26 Juli 2007

Kisah Yin dan Yang


DALAM timbunan buku-buku sejarah, muncul sebuah kisah yang tidak diketahui kapan pertama kali muncul dalam peradaban manusia. Kisah tentang dua orang bersahabat yang bernama Yin dan Yang. Mereka berdua adalah orang yang saleh, berjiwa besar, dan penuh cinta kasih. Mungkin suatu kebetulan bahwa nama mereka mengingatkan kita pada konsep Yin-Yang yang berlawanan itu, namun memang demikianlah, mereka (Yin dan Yang) selalu berlawanan.

Yin mempunyai keyakinan atau agama yang berbeda dengan Yang. Mereka secara teratur bertemu untuk mendiskusikan keyakinan mereka, dengan tujuan mencari sesuatu yang tak mereka ketahui namanya. Walaupun mereka saling menghormati dan mengajukan argumentasi dengan penuh adab, namun pada setiap akhir pertemuan, mereka tidak pernah merasa puas.

Segala cara dan metode diskusi yang diketahui telah mereka tempuh tapi tetap tidak menghasilkan apa-apa. Ketika nyaris frustasi, mereka mulai kehilangan kendali diri, dalam hati masing-masing mulai muncul rasa "lebih benar". Akhirnya tercetus kata-kata Yin : "Ah, seandainya engkau adalah aku, tentu akan bisa memahami apa yang ingin kusampaikan, dan diskusi ini akan dapat membawa kita lebih mengerti 'sesuatu' itu."

Yang : "Hei, aku juga berpikir begitu. Tapi bagaimana cara kita saling tukar diri kita?"

Karena memang mereka tidak dapat saling tukar diri, maka tak lama kemudian mereka menemukan pemecahan yang disetujui paling tepat. Diputuskan, Yin akan mempelajari agama/keyakinan Yang dan Yang akan mempelajari agama/keyakinan Yin. Dan karena mereka memang menginginkan hasil terbaik dan terbenar, maka mereka berikrar akan mempelajari dengan sepenuh hati, berusaha memahami dengan hati terbuka, tidak malah mencari-cari titik kelemahan yang akan digunakan untuk menyerang lawannya.

Diputuskan, setelah 40 tahun mereka akan bertemu lagi untuk "duel sampai titik darah penghabisan".

Akhirnya, 40 tahun kemudian, Yin dan Yang yang telah semakin tua, bertemu pada senja hari di tempat terakhir mereka bertemu dahulu. Mereka saling berpandangan, tak sepatah kata pun yang terucapkan. Sinar mata mereka penuh kasih yang menghanyutkan sukma, senyum mereka begitu halus dan tulus. Mereka saling memeluk. Resonansi getaran jiwa mereka pada angin yang membelai, pada daun-daun yang berbisik, pada seluruh relung ruang di jagad raya ini : "Saudaraku, kau selalu dalam aku, dan aku dalam engkau."

Sejak saat itu tak ada lagi diskusi, karena dalam pelukan itu mereka mengerti tanpa mengetahui dan mendapatkan tanpa mencari.

Diposting pada 14 Februari 2000

Empat Nasehat Liao Fan (27)


Saya baru saja berumur 40 tahun, bagaimana saya dapat berbuat begitu banyak kesalahan/kejahatan?
Hakim menjawab : "Bila timbul satu niat tidak baik, ini sudah termasuk kesalahan, bukan harus telah berbuat baru dianggap kesalahan. Sebagai contoh, bila Anda melihat seorang perempuan cakap lalu timbul niat tidak baik, ini telah dianggap sebagai kesalahan".

Jun Da lalu bertanya apa yang tercatat dalam catatan perbuatan baik tersebut yang bisa lebih berat dari catatan-catatan perbuatan buruk yang banyak tersebut. Hakim menjawab.....

Suatu ketika raja merencanakan membangun sebuah jembatan batu raksasa, Anda mengajukan usulan untuk tidak dilaksanakan rencana tersebut karena ini adalah sebagai proyek yang sangat berat dan akan menyengsarakan puluhan ribu rakyat yang dipekerjakan. Ini adalah salinan dari usulan Anda untuk raja.
Jun Da berkata : "Memang saya membuat usulan tersebut, tetapi usulan tersebut ditolak, bagaimana dapat bisa lebih berat dari kesalahan-kesalahan yang banyak itu?"

Hakim menjawab : "Walaupun raja tidak menerima usulan Anda, tetapi niat Anda yang baik ini untuk menyelamatkan penderitaan puluhan ribu rakyat adalah sangat besar. Bila raja menerima usulan Anda, kebajikannya akan jauh lebih besar lagi".

Oleh karena itu, bila seseorang berniat berbuat baik untuk manfaat semua orang, sebuah perbuatan baik yang kecil merupakan pahala yang tidak terhingga besarnya. Ini yang disebut kebajikan besar.

Bila seseorang hanya memikirkan keuntungan sendiri saja, maka walaupun dia banyak membuat hal-hal yang baik, tetapi pahalanya adalah sangat kecil. Ini adalah kebajikan kecil.

Apa yang dimaksud kebajikan sulit dan kebajikan mudah? Cendekiawan kuno selalu berkata....

Bila seseorang hendak melatih diri agar hidup disiplin diri dan berbuat baik, dia harus memulai dari perbuatan/kebiasaannya yang paling sulit diatasi, secara otomatis kebiasaan kecil tidak akan terulang lagi.

Fan Chr, adalah seorang murid Konghucu, suatu ketika bertanya kepada gurunya bagaimana seseorang dapat melatih diri agar berkeprikemanusiaan yang sangat dalam.....

Konghucu menjawab : "Mulai dari yang paling sulit dipraktekkan".

Yang dimaksud Konghucu "yang paling sulit" adalah menghapuskan pikiran ego, seseorang harus mempraktekkan untuk menaklukkan apa yang paling sulit untuk ditaklukkan. Kita dapat meniru perbuatan seorang guru tua yang bernama Tuan Su dari daerah Chiang Shi, dia memberikan uang senilai 2 tahun gajinya kepada sebuah keluarga miskin untuk membayar denda pemerintah, sehingga keluarga tersebut tidak terpecah, kalau tidak suaminya akan dipenjarakan dan tidak ada yang mencari nafkah.

Contoh lain adalah Tuan Jang dari daerah Herbei. Tuan Jang melihat seorang yang sangat miskin yang terpaksa mengadaikan istri dan anaknya karena tidak memiliki uang untuk membayar utangnya atau istri dan anaknya akan kehilangan nyawa.

Karena itu, Tuan Jang memberikan tabungan yang ditabungnya selama sepuluh tahun kepada orang miskin tersebut, sehingga keluarganya dapat berkumpul kembali.

Contoh seperti Tuan Su dan Tuan Jang adalah sangat sulit ditemukan, mereka memberikan apa yang paling sulit untuk diberikan, yang orang lain tidak mungkin korbankan, tetapi mereka memberikan dengan sukarela.

Contoh lain adalah Tuan Jin dari propinsi Chiangsu, dia sudah tua dan tidak mempunyai anak, tetangganya menawarkan putri bungsunya untuk dinikahkan dengan Tuan Jin agar mempunyai keturunan. Tetapi Tuan Jin tidak tega menghancurkan masa depan yang cerah dan panjang putri tetangganya serta menolak penawaran tersebut dan memulangkan putri tetangganya itu ke rumahnya kembali.

Ini adalah contoh lain dari dapat menaklukkan apa yang paling sulit untuk ditaklukkan oleh seseorang. Karena itu Yang Kuasa memberkati ketiga orang ini, keberuntungan yang luar biasa atas perbuatan istimewa mereka.

Adalah lebih mudah bagi orang yang berkuasa dan kaya untuk mengumpulkan kebajikan dibandingkan dengan orang yang miskin. Adalah sangat memalukan bila seseorang menolak untuk berbuat baik walaupun itu adalah hal yang sangat mudah baginya dan mempunyai banyak kesempatan. Adalah sangat sulit bagi orang yang miskin dan tidak berkuasa untuk membantu orang lain, tetapi dalam keadaan yang sulit ini, seseorang tetap berusaha untuk membantu orang lain, pahalanya adalah tidak terhingga.

Diposting oleh : Hengky Suryadi
Message #20107

Empat Nasehat Liao Fan (22)


Apa yang dimaksud dengan kebajikan tersembunyi (Yin) dan kebajikan terbuka (Yang)

Bila seseorang berbuat baik dan orang lain mengetahuinya, ini disebut
kebajikan Yang, bila orang berbuat baik dan tidak ada orang yang
mengetahuinya, ini yang disebut kebajikan Yin.

Kebajikan Yin pasti diketahui Langit/Tuhan dan sudah tentu akan diberi
berkah yang berlimpah-limpah, orang yang mempraktekkan kebajikan yang
diketahui orang hanya akan menikmati reputasi yang baik.

Reputasi adalah suatu rezeki, tetapi Yang Kuasa menganggap ini adalah suatu
pantangan dan tidak memberkahi orang yang mencari reputasi.

Kita dapat melihat, bahwa orang yang mempunyai reputasi tinggi, tetapi tidak
didukung oleh perbuatan kebajikan, lambat laun malah merupakan suatu
bencana, karena orang lain iri dan ingin mencelakakannya. Seorang yang
benar-benar tidak melakukan kesalahan dan selalu mau menerima fitnahan/caci
maki orang tanpa membalas atau membela diri untuk hal-hal yang tidak
dilakukannya, kelak keturunannya akan makmur mendadak dan berhasil.

Dengan ini, kita dapat melihat betapa pentingnya untuk mengerti
perbedaan-perbedaan kecil antara kebajikan Yin dan Yang, jangan sampai salah
menafsirkannya.

Dalam melaksanakan kebaikan, ada juga yang kadang kita anggap sebagai suatu
kebaikan, tetapi nyatanya tidak demikian, dan apa yang kita anggap tidak
baik, ternyata adalah baik. Ini adalah kebajikan benar dan salah.
Sebagai salah satu contoh, pada zaman Chun Chiu, ada sebuah kerajaan yang
bernama Lu, saat itu ada kerajaan lain yang memperbudakkan rakyat kerajaan
Lu. Pemerintah kerajaan Lu mengeluarkan peraturan bahwa barang siapa yang
menebus kebebasan rakyat kerajaan Lu yang diperbudak tersebut, akan mendapat
hadiah dari pemerintah. Saat itu, seorang murid Konghucu yang bernama Dz
Gong membayar uang tebusan membebaskan budak-budak tersebut, tetapi dia
tidak mau menerima hadiah yang diberikan pemerintah. Setelah Konghucu
mengetahui hal ini, Beliau sangat tidak senang dan berkata :"Dz Gong, anda
telah berbuat kesalahan".

Pandangan orang suci/bijak berbeda dengan orang awam, mereka melihat secara
keseluruhan pengaruh suatu tindakan terhadap masyarakat banyak, mereka mau
mengajarkan rakyat agar membangun suatu kebiasaan baik, suatu standard sikap
yang baik, suatu moralitas. Bukan melakukan suatu tindakan hanya karena
keinginan seseorang. Rakyat kerajaan Lu lebih banyak yang miskin, dengan
menolak hadiah pemerintah, tindakan Dz Gong tealh mempengaruhi pikiran
rakyat, bahwa menerima hadiah adalah tamak.

Sehingga bagi orang yang tidak mau dikatakan sebagai orang tamak atau
berbuat demikian karena hanya menginginkan hadiah pemerintah saja, akan
segan/tidak mau menebus budak-budak tersebut. Bila ini terjadi, kelak tidak
akan ada orang yang mau menebus budak-budak rakyat tersebut lagi. Sehingga
peraturan yang baik itu tidak berfungsi dan gagal.

Bila ingin memotivasi semua orang untuk berbuat baik, Dz Gong seharusnya
menerima hadiah pemerintah ini, bukan untuk keinginan dirinya, tetapi untuk
mempengaruhi masyarakat banyak, sehingga mereka juga termotivasi mau menebus
budak.

Oleh : Hengki Suryadi
Message #20026