26 Juli 2007

Empat Nasehat Liao Fan (22)


Apa yang dimaksud dengan kebajikan tersembunyi (Yin) dan kebajikan terbuka (Yang)

Bila seseorang berbuat baik dan orang lain mengetahuinya, ini disebut
kebajikan Yang, bila orang berbuat baik dan tidak ada orang yang
mengetahuinya, ini yang disebut kebajikan Yin.

Kebajikan Yin pasti diketahui Langit/Tuhan dan sudah tentu akan diberi
berkah yang berlimpah-limpah, orang yang mempraktekkan kebajikan yang
diketahui orang hanya akan menikmati reputasi yang baik.

Reputasi adalah suatu rezeki, tetapi Yang Kuasa menganggap ini adalah suatu
pantangan dan tidak memberkahi orang yang mencari reputasi.

Kita dapat melihat, bahwa orang yang mempunyai reputasi tinggi, tetapi tidak
didukung oleh perbuatan kebajikan, lambat laun malah merupakan suatu
bencana, karena orang lain iri dan ingin mencelakakannya. Seorang yang
benar-benar tidak melakukan kesalahan dan selalu mau menerima fitnahan/caci
maki orang tanpa membalas atau membela diri untuk hal-hal yang tidak
dilakukannya, kelak keturunannya akan makmur mendadak dan berhasil.

Dengan ini, kita dapat melihat betapa pentingnya untuk mengerti
perbedaan-perbedaan kecil antara kebajikan Yin dan Yang, jangan sampai salah
menafsirkannya.

Dalam melaksanakan kebaikan, ada juga yang kadang kita anggap sebagai suatu
kebaikan, tetapi nyatanya tidak demikian, dan apa yang kita anggap tidak
baik, ternyata adalah baik. Ini adalah kebajikan benar dan salah.
Sebagai salah satu contoh, pada zaman Chun Chiu, ada sebuah kerajaan yang
bernama Lu, saat itu ada kerajaan lain yang memperbudakkan rakyat kerajaan
Lu. Pemerintah kerajaan Lu mengeluarkan peraturan bahwa barang siapa yang
menebus kebebasan rakyat kerajaan Lu yang diperbudak tersebut, akan mendapat
hadiah dari pemerintah. Saat itu, seorang murid Konghucu yang bernama Dz
Gong membayar uang tebusan membebaskan budak-budak tersebut, tetapi dia
tidak mau menerima hadiah yang diberikan pemerintah. Setelah Konghucu
mengetahui hal ini, Beliau sangat tidak senang dan berkata :"Dz Gong, anda
telah berbuat kesalahan".

Pandangan orang suci/bijak berbeda dengan orang awam, mereka melihat secara
keseluruhan pengaruh suatu tindakan terhadap masyarakat banyak, mereka mau
mengajarkan rakyat agar membangun suatu kebiasaan baik, suatu standard sikap
yang baik, suatu moralitas. Bukan melakukan suatu tindakan hanya karena
keinginan seseorang. Rakyat kerajaan Lu lebih banyak yang miskin, dengan
menolak hadiah pemerintah, tindakan Dz Gong tealh mempengaruhi pikiran
rakyat, bahwa menerima hadiah adalah tamak.

Sehingga bagi orang yang tidak mau dikatakan sebagai orang tamak atau
berbuat demikian karena hanya menginginkan hadiah pemerintah saja, akan
segan/tidak mau menebus budak-budak tersebut. Bila ini terjadi, kelak tidak
akan ada orang yang mau menebus budak-budak rakyat tersebut lagi. Sehingga
peraturan yang baik itu tidak berfungsi dan gagal.

Bila ingin memotivasi semua orang untuk berbuat baik, Dz Gong seharusnya
menerima hadiah pemerintah ini, bukan untuk keinginan dirinya, tetapi untuk
mempengaruhi masyarakat banyak, sehingga mereka juga termotivasi mau menebus
budak.

Oleh : Hengki Suryadi
Message #20026

Tidak ada komentar: