24 Juli 2007

Akar Masalah Sentimen Anti China (5-habis)

Hipotesis Akar Masalah Sentimen Anti China

Oleh : DR.Wong Chin Na, SE,Ak,MBA

Kami menyebutnya Hipotesis, yang maknanya kesimpulan sementara. Karena kesimpulan akhir harus didukung oleh data hasil penelitian di lapangan, sedangkan penelitian seperti ini hampir mustahil dilakukan di Indonesia saat ini.

1. Merebaknya sentimen anti China dewasa ini berkaitan erat dengan pemerintahan yang tidak demokratis, yang tidak dapat menerima adanya perbedaan pendapat. Untuk mengamankan kekuasaannya, pihak penguasa hanya mengutamakan orang-orang yang berasal dari sukunya sendiri. Pejabat-pejabat yang jujur dan berprestasi selalu dipensiun lebih awal atau disingkirkan sebagai Dubes kalau tidak mau menuruti kemauan penguasa.

Untuk menutupi segala tindakannya, penguasa merekayasa keadaan sedemikian rupa seolah-olah keadaan negara masih memerlukan penanganan khusus, salah satunya adalah rekayasa kerusuhan rasial terhadap warga keturunan China. Cara ini untuk mengalihkan perhatian masyarakat terhadap tindakan diktator dan korupsi para penguasa, padahal beberapa puluh (dan ratus) orang China dimanfaatkan untuk mengelola uang hasil korupsinya.

2. Orang-orang sekelas Edy Tanzil yang hanya berpendidikan SD diajak kolusi oleh para penguasa dan diberi rekomendasi untuk memperoleh kredit yang sangat besar. Setelah berhasil, saham kosongnya ditarik dan Edy Tanzil dijerumuskan sebagai subversi sambil diexpose ke-China-annya. Boss boneka yang mengelola uang hasil korupsi mereka dengan sengaja diexpose melalui berbagai media massa (milik mereka juga) bahwa business-nya kurang etis, diskriminatif, dan segudang predikat jelek lainnya. Dengan demikian orang awam akan beranggapan bahwa semua keturunan China pasti kaya dari hasil business curangnya, padahal mayoritas warga keturunan China hidupnya juga melarat.

Hal yang sama dengan versi yang berbeda-beda diterapkan pula terhadap orang-orang keturunan China dari berbagai kalangan, terutama dari kalangan dunia hitam seperti Hong Lie dan Hartono, di mana pelindung mereka sebenarnya adalah para penguasa juga. Dengan cara ini maka "musuh bersama" dapat dipelihara terus menerus.

3. Krisis moneter yang terjadi saat ini, dalam waktu singkat telah merontokkan business kelompok tertentu dari warga keturunan China, yang menjadi boneka penguasa atau kolusi dengan penguasa. Perusahaan demikian umumnya cenderung mencari utang sebesar-besarnya sehingga dalam waktu singkat berkembang menjadi perusahaan raksasa, padahal perkembangan tersebut bukan karena prestasi para pengelolanya.

Pada saat krisis moneter mereka tidak mampu lagi menanggung utang dan beban bunga yang tinggi. Sebaliknya kelompok lain yang berusaha atas keringatnya sendiri; yang umumnya berskala kecil atau menengah, meskipun sangat terpukul dengan krisis moneter ini tidak sampai membuat mereka bangkrut karena mereka menggunakan kredit bank dalam jumlah yang wajar. Ini suatu bukti bahwa tidak semua warga keturunan China tukang kolusi, masih banyak di antara mereka yang memiliki business yang bersih.

4. Sebagian organisasi massa Islam dan Pesantren disusupi oleh agen-agen pemerintah yang bertujuan menggiring mereka mengikuti rencana pemerintah, di antaranya tindakan brutal terhadap warga keturunan China dan non Islam sehingga tampaknya seolah-olah dimotori oleh organisasi massa Islam. Mereka memanfaatkan orang-orang extrim (yang pasti ada dalam agama apapun) dibantu para pencoleng dan kaum preman yang telah dibina secara intensif melalui Pemuda Pancasila yang pimpinannya beberapa hari yang lalu (Yoris Yerewai, Jan.98 - pen) tertangkap basah berjudi..

Para pemimpin ormas Islam sekelas Gus Dur atau Amien Rais, tidak mungkin merestui tindakan seperti ini, bahkan tantangan Gus Dur untuk menunjukkan dalang sebenarnya dalam kerusuhan Tasikmalaya, ternyata tidak ditanggapi. Kalau kita telusuri waktunya, ternyata tindakan radikal tersebut muncul setelah terbentuknya ICMI di bawah pimpinan Habibie, yang notabene adalah organnya Gokar. Tidak berlebihan jika ada yang berasumsi bahwa semua ini taktik adu domba ormas Islam dengan warga keturunan China dan non Islam. Dilarangnya koalisi Mega-Bintang memperkuat asumsi di atas.

5. Keadaan negara kita saat ini sudah demikian parahnya, krisis moneter yang terjadi diyakini berbagai kalangan sebagai penjabaran dari krisis politik. Tetapi pemerintah tetap ngotot bahwa krisis moneter akibat US$ diborong pihak swasta (dalam arti perusahaan milik warga keturunan China) untuk membayar utangnya, dan tidak ada sedikitpun pengakuan bahwa ini adalah akibat krisis politik. Kalau rupiah melemah dari Rp.2.450 menjadi sekitar Rp.3.500, bisa diterima bahwa ini adalah krisis moneter dan bisa dijelaskan dengan berbagai teori.

Secara teoritis, tanpa ulah spekulan di kawasan ASEAN pun suatu saat Indonesia akan dilanda krisis moneter akibat program yang kacau balau dalam impor barang modal untuk keperluan investasi, yang campur aduk dengan kepentingan pribadi para penguasa. Dalam kurun waktu lebih dari 20 tahun setiap tahun investasi selalu lebih besar dari tabungan, sehingga neraca pembayaran kita selalu defisit - di mana sebagian besar pinjaman luar negeri dan investasi untuk kepentingan "Soeharto Incorporations".

6. Peranan media massa sangat dominan untuk menyebarkan isu bahwa kredit macet adalah ulah pengusaha keturunan China, dan sekaligus menutupi kredit macet yang dibuat "Soeharto Inc". Taktik tarik ulur dari Soeharto sebagai presiden RI dengan IMF, diduga untuk memberi kesempatan "Soeharto Inc" menarik keuntungan dari fluktuasi dolar yang sangat tajam sampai terkumpul dana yang cukup untuk menutupi kredit macet yang dulu uangnya sudah disimpan di bank-bank luar negeri.

Sebagai orang yang sangat "nasionalis", beliau merasa bertanggung jawab untuk menjaga agar dalam permainan ini rupiah tidak terlalu ambruk, sehingga dipertahankan pada level Rp.6.000 - Rp.7.500 (akhir 97 s/d Jan.98 - pen). Oleh karena itu nilai tukar tersebut bertahan cukup lama. Sayangnya ide cemerlang ini tercium pihak lain (atau mungkin juga kerja sama) yang meniru taktik yang sama dalam rangka investasinya di Indonesia.

7. Krisis moneter yang melanda kawasan Asean dan sekitarnya, diduga dimotori oleh kekuatan asing yang dalam rangka globalisasi bermaksud memindahkan (relocation) industrinya ke kawasan ASEAN yang biaya produksinya murah. Apabila mata uang di negara ASEAN - khususnya Indonesia menjadi sangat rendah, maka harga beli pabrik di Indonesia dalam US$ menjadi sangat murah. Diaturlah suatu kerja sama antara IMF, para kreditor, dan calon investor di Indonesia, untuk menekan perusahaan-perusahaan debitor di Indonesia yang tidak bisa membayar utangnya, agar mau mengkonversikan utangnya
sebagai penyertaan modal (saham).

Langkah pertama adalah penguasaan sektor perbankan sebagai faktor kunci, sehingga dalam persyaratan yang diajukan IMF Indonesia harus menghapus pembatasan penyertaan modal asing sebesar 49% di dalam perbankan Indonesia. Tahap berikutnya baru memasuki sektor riel (industri) yang menguntungkan, dan sasarannya adalah perusahaan milik warga keturunan China yang sebelumnya sudah dipojokkan lebih dahulu (untuk tujuan lain).

Ironis sekali, pemerintah lebih rela ekonomi Indonesia dikuasai oleh orang luar daripada oleh "anak tirinya", karena anak kandungnya sendiri tidak mampu mengelola. Kalau rencana ini sudah terlaksana, saya yakin nilai tukar US$ terhadap rupiah akan turun kembali ke level yang wajar, dan sentimen anti China otomatis akan mereda.

8. Segala tindakan negatif dari orang-orang keturunan China selalu dikaitkan dengan a-nasionalisme, padahal tindakan para penguasa korup sekarang ini jelas-jelas a-nasionalisme. Cukup banyak orang-orang keturunan China (yang tidak terkenal) yang memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi yang tidak kalah dengan pribumi. Terlalu absurd jika nasionalisme warga keturunan China seolah-olah hanya diwakili oleh para pengusaha terkenal, yang karena tingkat pendidikannya belum tentu mengerti arti kata nasionalisme.

Walaupun mereka kaya dan tinggal di daerah elite, tidak berarti bahwa mereka kaum elite warga keturunan China. Apakah gambaran nasionalisme dari kalangan pribumi dapat diwakili oleh keluarga Soeharto, peragawati, artis terkenal, atau oleh para pedagang di pasar dan orang-orang yang setiap hari berkeliaran di tempat ramai tanpa tujuan jelas?

9. Apabila hukum dapat ditegakkan, tindakan-tindakan brutal terhadap warga keturunan China akan mereda dengan sendirinya, dan sekaligus kolusi antara penguasa dengan kelompok tertentu warga keturunan China juga akan berhenti. Dalam pemerintahan yang bersifat anarkhis, para penguasa berusaha mempertahankan kekuasaannya selama mungkin sambil menumpuk kekayaan sebanyak-banyaknya.

Hukum akhirnya ditegakkan hanya untuk membenarkan dan melindungi penguasa semata-mata. Setelah pemerintah yang bersih pasca Soeharto (dan Habibie - pen) terbentuk di Indonesia, diharapkan hukum akan dapat ditegakkan dengan adil dan hak azasi manusia dihormati dengan baik, termasuk persamaan hak warga pribumi dan non pribumi dalam segala bidang.

10. Keturunan China di Indonesia meskipun ciri-ciri pisiknya hampir sama, kalau diteliti lebih lanjut ternyata terbagi dalam 2 kelompok besar (semula ada 3 kelompok besar, tetapi 2 kelompok pertama telah melebur menjadi satu), yang mudah dibedakan dari budaya, bahasa, agama, pekerjaan, makanan, pendidikan, dan lain-lain. Kelompok pertama sangat dipengaruhi oleh budaya setempat, bahkan sebagian besar diyakini sebagai keturunan pribumi dari garis ibu sedangkan kelompok kedua masih kuat dipengaruhi tradisi negara asalnya. Tidak adil kalau kedua kelompok ini disama ratakan karena dalam banyak hal mereka seringkali bersimpangan jalan, bahkan banyak anggota kelompok pertama yang enggan bermenantukan anggota kelompok kedua atau sebaliknya.

Kalau pemerintah sungguh-sungguh berniat mengadakan asimilasi antara warga pribumi dan keturunan China demi terciptanya kesatuan dan persatuan bangsa (nasionalisme Indonesia), program yang akan diterapkan harus memperhatikan perbedaan kedua kelompok tersebut dengan tetap berpedoman pada hak azasi manusia - bukan dengan program untuk meng-Islam-kan warga keturunan China melalui kawin campur yang cenderung dipaksakan. Kawin campur akan otomatis terjadi dengan sendirinya dalam lingkungan pergaulan masing-masing, jika kedua belah pihak - pribumi dan keturunan China- dapat hidup rukun dan damai.


HIMBAUAN

a. Kepada saudara-saudara warga keturunan China.

1. Kalau kita masih berpikir bahwa kita China maka orang lain akan mempunyai pikiran yang sama, sebaliknya kalau kita berpikir bahwa kita adalah orang Indonesia maka orang lain yang mengenal kita lambat laun akan mengakui bahwa kita adalah bagian dari bangsa Indonesia, meskipun kita berwajah China. Sebaliknya seorang China Indonesia yang terlalu berlebih-lebihan (overacting) dalam usahanya agar dianggap sama dengan pribumi, malah akan dianggap tidak wajar dan menyebalkan mereka. Jadi bertindaklah wajar apa adanya dengan ke-China-an kita, tunjukkanlah biarpun kita China tetapi kita juga merasa sebagai bangsa Indonesia.

2. Dalam pergaulan, hendaknya kita tidak membatasi diri pada sesama keturunan China saja tetapi cobalah bergaul dengan kalangan pribumi, mulailah bergaul dengan mereka yang keadaanya kira-kira setara dengan anda agar pergaulan anda seimbang. Kalau kebetulan anda fasih berbahasa China, janganlah menggunakan bahasa tersebut di depan orang lain yang tidak mengerti karena akan membuat mereka tersingung.

Anda juga akan tersinggung jika mendengar orang lain berbahasa Belanda di muka anda, seolah-olah anda disisihkan dari mereka. Sebagian dari kita mungkin pernah dikecewakan oleh pribumi atau bahkan mungkin mobil / rumahnya dibakar, tapi janganlah hal ini dijadikan patokan bahwa semua pribumi demikian, apalagi ada dugaan kuat bahwa semua ini rekayasa penguasa.

3. Khusus kepada anda yang kebetulan kaya raya, janganlah kekayaan anda dipamerkan secara menyolok dalam bentuk mobil mewah, handphone, baju buatan perancang mode terkenal, dan berbagai macam atribut kemewahan lainnya, otomatis tindakan ini akan membuat orang lain tidak suka, termasuk sesama keturunan China yang lebih bersahaja.

Apalagi kalau kekayaan anda hasil kolusi dengan para pejabat korup, hentikanlah segera kolusi anda dan bertobatlah di depan Tuhan. Ingat tindakan anda selain menyengsarakan rakyat banyak, juga menyebabkan seluruh populasi warga keturunan China di Indonesia harus menanggung resiko menjadi sasaran kebencian rasial. Anda sendiri dapat dengan mudah bersembunyi di balik perlindungan pejabat korup partner anda.


b. Kepada saudara-saudara warga pribumi.
1. Saya menghimbau kepada anda; khususnya dari kalangan yang terpelajar, hendaknya anda bisa berpikir secara realistis bahwa dengan segala kekurangan dan kelebihannya, warga keturunan China telah memberikan warna tersendiri terhadap kehidupan bangsa dan negara kita. Suka atau tidak suka, kami secara legal telah menjadi bagian dari bangsa Indonesia.

Kalau kebetulan anda pernah dikecewakan oleh tingkah laku salah seorang dari kami, harap dilihat orang per orang dan tidak digeneralisasikan sebagai mewakili seluruh warga keturunan China. Cukup banyak China kaya yang hanya drop-out dari "Chung Hwa Siaw Sie" (sekolah China setingkat SD yang ditutup pada tahun 1966) sehingga kelakuannya bagaikan "petruk jadi raja". Walaupun kami sama-sama keturunan China, kami juga muak dengan kelakuan sebagian dari mereka yang sering overacting.

2. Bagi anda yang selama hidup belum pernah berteman dengan salah seorang warga keturunan China, cobalah iseng-iseng anda mendekati mereka yang pendidikannya setaraf dengan anda, sehingga secara prinsip cara berpikirnya tidak berbeda dengan anda. Pelajarilah sikap dan pandangan hidup mereka terhadap pribumi khususnya, atau terhadap bangsa & negara Indonesia pada umumnya.

Universitas adalah tempat terbaik untuk pendekatan demikian. Secara psychologis, kebencian terhadap orang lain yang tidak kita kenal adalah luapan dari obsesi kita terhadap orang tersebut tanpa dia tahu apa yang kita pikirkan. Mudah-mudahan setelah mempunyai beberapa orang kawan keturunan China, pandangan anda terhadap kami menjadi lain. Percayalah, di hati kami, hanya Indonesia satu-satunya tanah air kami.

3. Kepada para pimpinan organisasi massa Islam, saya menghimbau anda untuk
lebih berhati-hati terhadap para anggota masing-masing karena sebagian di antaranya adalah agen-agen yang disusupkan oleh penguasa yang hendak mengadu domba kalangan Islam dengan non Islam, atau Islam dengan warga keturunan China. ICMI dan KISDI saat ini kelakuannya lebih banyak merugikan umat Islam daripada memberikan sumbangan yang berarti bagi kemajuan umat Islam Indonesia. Perhatikanlah para Da'i yang hendak memberikan dakwah di Mesjid-mesjid dan Pesantren, agar mereka tidak
mencampur adukan dakwah agama dengan hasutan yang membakar kebencian terhadap agama lain dan keturunan China. Marilah kita bersatu padu membangun kembali
negara kita yang hampir ambruk ini.

Sekian.
Hidup Indonesia.

8 komentar:

register281id555 mengatakan...

dengan hormat,

Saya bingung, Sebenarnya siapa sih yang diskriminatif? Pribumi atau China keturunan?

Saya jadi kasihan Melihat Kejadian2 dibawah ini:

-pembunuhan di Batavia pada tahun 1740;
-pembunuhan pada masa Perang Jawa antara tahun-tahun 1825-1930;
-pembunuhan beramai-ramai di Jawa pada tahun-tahun 1946-1948;
-peristiwa ras pada 10 Mei 1963 dan 5 Ogos 1973;
-Malari pada 1974; dan
-Rusuhan Mei 1998.

semoga kejadian mengerikan tidak terulang lagi.

Saya menyarankan kepada orang Non pribumi yang membaca posting ini agar :

1. Perbanyak Anak perempuan anda saudara perempuan anda nikah dengan orang pribumi, sehingga pembauran benar-benar murni.

2. Seperti Dikutip di blog anda, jangan sekali-kali berbahasa thionghoa walaupun anda kesal atau dendam dengan bahasa daerah orang pribumi. karena kesan yang diterima jika mendengar orang non pribumi berbahasa thionghoa seakan "ini bisnis khusus orang china, jangan sampai di dengan orang pribumi"

3. Perbanyak pengemis orang china indonesia di jalanan sehingga orang pribumi bisa merasa percaya diri.

4. Banyak-banyaklah orang china keturunan menjadi anak buah orang pribumi.

5. Perbanyak Orang China Keturunan menjadi orang miskin.

Jika hal tersebut di atas tidak mungkin terjadi, maka kejadian mengerikan ada kemungkinan terulang lagi. Sebaiknya anda selalu siap siaga kabur ke luar negeri saja, kasihan anak keturunan anda.

Untuk orang pribumi saya sarankan:

1. Jika anda merasa dirugikan oleh orang china keturunan, pelecehan, dicurangi, direkam saja kemudian laporkan biar ditindak tegas sesuai hukum yg berlaku.

2. Berjuanglah dan percaya diri untuk kehidupan lebih baik, jangan gunakan pepatah2 china gunakan pepatah2 orang barat yang universal dan demokratif dan benar untuk sementara.


Ditulis Oleh:
Simpatisan

Bambang mengatakan...

Saya cukup lama bergaul dengan etnis cina, mereka sama seperti pribumi. Saya punya kenangan yang manis maupun yang buruk, lebih dari separo usia saya bergaul dan bekerja sama dengan mereka mulai dari kalangan bawah hingga kalangan pengusaha, lebih banyak kenangan manisnya sama mereka, memang ada dikalangan etnis cina yang diskriminatif terutama dalam hal untuk menempati jabatan atau pekerjaan tertentu. saya termasuk orang yang merasa dizalimi oleh segelintir dari mereka, walaupun saya sudah berusaha maksimal untuk itu tapi mereka kurang memberikan porsi yang seimbang dari pengorbanan yang saya berikan. dalam penilaian saya etnis cina mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangannya antara lain:

Kelebihannya:
- Mempunyai semangat interpreneur yang tinggi
- Disiplin dalam hal pengelolaan bisnis
- Customer oriented
- Dll

Kekurangannya:
- Masih mempunyai sifat diskriminatif jika dibandingkan dengan suku lainnya
- Sulit mengelak dari bujukan penguasa yang korup
- Masih kurangnya bersosialisasi dengan masyarakat pribumi
- Adanya kesepakatan2 kelompok yang bisa merugikan kelompok lainnya

Kesan pribadi:
- Saya mempunyai teman etnis cina yang sangat baik melebihi saudara sendiri
- Dan saya mempunyai pengalaman yang tidak menyenangkan dan merugikan saya pada segelintir etnis cina

Kesimpulan:
Etnis cina dan etnis yang lainnya mempunyai kelebihan dan kekurangannya, jadi tidak sepantasnya kita menghakimi etnis tertentu dengan stikma jelek.

Oliver von Snuzer mengatakan...

Mengapa banyak dari etnis thionghoa merusak negara indonesia...

Lihat saja berita di TV,, bnyk pelaku2 kejahatan besar adalah etnis tionghoa. Dari Narkoba, prostitusi, bisnis mafia, dll.

Melihat hipotesis di atas,, saya malah balik bertanya. Apa benar Organisasi islam yang bikin onar ??? Apa bukan oarng etnis tionghoa yang beragama nasrani yang menyulut api keburukan.

Andai saja orang tionghoa di indonesia tidak seangkuh dan seburuk sekarang.....

may cibay mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
may cibay mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Legal Officer mengatakan...

banyak orang Tionghoa mewarisi sikap angkuh saat menjadi kaki tangan belanda dulu, terbukti pada perlakukan mereka kepada pegawai dan pembantu pribumi pada perusahaan/ rumah tangga milik orang Tionghoa...
Jangan lupa pada jaman penjajahan Belanda, banyak Orang Tionghoa yang menjadi kaki tangan Belanda, bahkan mereka punya milisi Poh An Tui yang dibiayai Belanda untuk menyerang para pejuang RI, byk juga pemuda Tionghoa yang mengabdi untuk Belanda dalam ketentaraan NICA...
Tapi kayaknya bangsa Indonesia sudah melupakan segala hal buruk itu, terbukti sekarang etnis Tionghoa dibebaskan untuk menguasai perdagangan, membuat sekolah sendiri (inklusif)....
kalau pun ada sentimen anti china itu hanya terjadi pada lapisan masyarakat yg terpinggirkan....
agaknya memori buruk kelakuan etnik Tionghoa dimasa lalu sering dimanfaatkan oleh oknum tertentu ...
Orang Tionghoa sebaiknya mawas diri dan membaur dengan masyarakat sekitar ....

Rosi Sahuleta mengatakan...

setuju, kita adalah satu bangsa indonesia
tulisan ini sangat bagus, saya orang asli indonesia
jangan dengarkan saran sesat dari si register
beruntung kita punya tokoh pluralisme indonesia
Gus Dur

Richard Cenderawan mengatakan...

WARGA NEGARA INDONESIA SUKU HOKKIEN SEBENARNYA TIDAK ADA MASALAH !
INILAH BEBERAPA DARI STRATEGY DAN TIP2 YANG SAYA DAPAT BERIKAN SBB:
-BERGAYA HIDUP ALA BAPA JOKOWI YAITU SEDERHANA! AGAR AMAN SELALU!
-BELAJAR TENTANG ISLAM AGAR MENGETAHUI /PAHAM ADAT ISTIADAT ORANG2 MUSLIM!
-MAU BERKARIR DEBIDANG PROFESI TNI / POLRI AGAR DISEGANI MASYARAKAT LUAS!
-MAU BERGAUL DGN MASYARAKATLOKAL DAN KUASAI BAHASA2 SUKU LOKAL AGAR ANDA DISUKAI SUKU2 LOKAL!
-MAU BELAJAR POLITIK DAN SEJARAH BANGSA INDONESIA AGAR ANDA DIKAGUMI MASYARAKAT BILA TAHU HAL TSB!
- MAU KAWIN DGN SUKU LOKAL AGAR ADA PEMBELAAN JIKA ADA MASALAH DAN GANGGUAN DARI ORANG2 JAHAT!
-MAU IKUT BERAGAMA YG SAMA DGN AGAMA2 MASYARAKAT LOKAL,JIKA TIDAK ,CUKUP JAUHI PERBUATAN DOSA
SEBENARNYA MASIH ADA YG BISA DIBERIKAN TAPI SAYA CUKUP DULU