24 Juli 2007

Asal Muasal Barongsai

Bermula dari Keresahan Kaum Petani

Suwinto Johan
suwinto@centrin.net.id


SAYA ingin membagi sedikit mengenai asal muasal daripada kebudayaan ataupun cerita klasik China, seperti kisah-kisah mengenai Long De Xuan Ren. Di Indonesia kita mengenal atraksi barongsai, sesungguhnya darimanakah asal muasalnya Barangsai itu.

Di jaman sebelum Masehi, dimana ada sebuah Desa kecil di tengah pengunungan di daerah China. Terdapat penduduk yang sehari-hari bekerja sebagai petani. Akan tetapi sangat disayangkan, hampir setiap musim dingin, ada binatang yang selalu datang menganggu petani. Dari merusak tanaman hingga memakan manusia. Binatang tersebut dikenal dengan sebutan Niang.

Dan di awal musim dingin ini, setiap keluarga berkumpul untuk makan malam bersama yang disebut dengan Hui Lou, yaitu makan masakan yang berkuah dengan api di tengah atau yang sekarang lebih kita kenal dari Jepang dengan Shabu-shabu. Peristiwa inilah yang sering dilakukan oleh keluarga-keluarga China yang mengharuskan anaknya untuk pulang makan di malam sebelum Imlek. Tujuan dari ini adalah untuk menakutkan-nakutkan Niang, disamping berkumpul bersama untuk saling melindungi.

Tahun lewat tahun, hingga para petani menemukan ide untuk membuat binatang tandingan yang palsu untuk menakutkan Niang. Hingga terbentuknya binatang Liong dan Sir Ce (Singa). Dimana setiap menjelang musim dingin, penduduk setempat memainkan kedua binatang tersebut dengan bola api yang menjadi sasaran dikejar. Agar Niang melihatnya dan takut.

Hingga akhirnya, konon, Niang tidak datang lagi ke desa-desa dan peristiwa ini menjadi turun temurun hingga hari ini. Dan kita menyembutnya sebagai kou Niang, yakni Niang yang lewat. Niang dijadikan sebagai salah ucapan vokal ketika dijadikan tulisan dan menjadi hitungan tahun dengan melewai musim dingin. Perayaaan para petani itulah yang akhirnya menjelma menjadi atraksi barongsai yang kita kenal saat ini.
Diposting pada 10 Januari 2000

Tidak ada komentar: