22 Juli 2007

Akar Masalah Sentimen Anti China (1)

Demokrasi dan Sentimen Anti China


Oleh : DR.Wong Chin Na, SE,Ak,MBA

PENGANTAR

TULISAN ini dibuat pada awal Januari 1998, ketika rejim Soeharto masih berkuasa dan kerusuhan anti China terjadi di mana-mana. Polemik yang penuh dengan caci maki kata-kata kasar terjadi di forum apakabar (http://www.indopubs.com/archives). Untuk pertama kali tulisan ini dimuat di forum apakabar pada awal 1998, dan kemudian banyak moderator mailing list yang meminta ijin untuk memuat ulang di mailing list nya. Saya tidak tahu pasti berapa mailing list yang pernah memuatnya.

Untuk memeriahkan forum t-net, saya kirimkan kembali tulisan ini dengan sedikit catatan tambahan. Mudah-mudahan ada manfaatnya bagi kita semua.

Penulis, Wong CN.
______________________________________________________________________

Awal Januari 1998
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air.

Polemik masalah China di forum Apakabar dewasa ini (akhir 1997 - pen), telah berkembang menjadi tulisan-tulisan yang sifatnya menghasut, baik yang ditulis oleh kalangan pribumi maupun yang ditulis oleh keturunan China sendiri. Tulisan-tulisan seperti ini sangat berbahaya dan mudah dimanfaatkan oleh unsur-unsur tertentu untuk mengacaukan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Kalau kita tidak ingin negara kita bertambah kacau, marilah kita secara sadar berusaha mencegah timbulnya kekacauan yang lebih parah dengan cara menghentikan tulisan yang tak tentu arahnya tersebut dan merubahnya menjadi suatu diskusi yang sehat yang didasari oleh suatu tujuan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Tulisan ini tidak bermaksud untuk memojokkan salah satu pihak, tetapi ingin mengemukakan suatu hasil analisis yang ditinjau dari berbagai sudut pandang yang berkaitan dengan ruang lingkup berbangsa dan bernegara. Mohon tanggapan dari pihak-pihak yang kompeten baik dari kalangan pribumi maupun non pribumi, untuk secara dewasa mengusahakan bagaimana mengatasi masalah sentimen rasial ini demi mencegah timbulnya kerugian yang tidak perlu dari kedua belah pihak.

Pihak yang kompeten untuk mengatasi masalah ini adalah mereka yang saat ini menjadi pemimpin suatu organisasi masa, tokoh-tokoh masyarakat, dosen-dosen, mahasiswa, dan anggota masyarakat yang mempunyai cita-cita luhur tehadap persatuan dan kesatuan bangsa. Pihak-pihak yang sekedar ingin mengumbar rasa ketidak puasannya, dimohon dengan hormat untuk tidak membuat tulisan-tulisan yang akan memperparah situasi yang sudah rawan ini.


DEMOKRASI DAN SENTIMEN ANTI CHINA
Berdasarkan pengalaman saya selama ini yang mengalami hidup dalam 2 rejim yang berbeda, Orde Lama dan Orde Baru, akar permasalahan sentimen anti China terletak pada pemerintah sendiri. Pada masa pemerintahan Bung Karno, walaupun hidup kita secara ekonomi relatif susah, tetapi kehidupan politik masyarakat saya rasakan lebih demokratis dibandingkan masa pemerintahan Pak Harto sekarang ini (awal 1998 - pen) yang cenderung diskriminatif dan korup.

Pada masa pemerintahan Bung Karno, cukup banyak warga keturunan China yang duduk dalam pemerintahan, menjadi anggota ABRI, bahkan beberapa di antaranya menjabat sebagai menteri. Keadaan sosial ekonomi warga keturunan China saat itu tidak terlalu jauh berbeda dengan kehidupan ekonomi masyarakat pribumi sekitarnya, sehingga pergaulan antara pri dan non-pri lebih seimbang sebagai kawan yang sederajat daripada hubungan sebagai "atasan dan bawahan" yang banyak ditemukan di kota-kota besar sekarang ini. Hubungan yang seimbang sebagai kawan sederajat sekarang ini hanya dapat ditemukan di desa-desa atau kota-kota kecil, di mana kehidupan kedua belah pihak sama-sama marjinal.

Saat itu, walaupun sentimen anti China tetap ada tetapi tidak sampai mencuat ke permukaan secara terbuka seperti sekarang. Pernah terjadi kerusuhan pada tahun 1962/1963, namun pemerintah cq ABRI saat itu langsung bertindak, para pelakunya segera ditangkap dan diadili sehingga tidak memancing orang lain untuk "unjuk gigi" sebagai pahlawan kesiangan.

Para pencoleng yang menyamar sebagai demonstran segera ditangkap untuk diadili sebagai pencuri, berbeda dari hukuman terhadap para penggerak demonstran murni yang bersifat politis yang umumnya disponsori oleh golongan fundamentalis Islam seperti DI/TII. Sepanjang yang saya ketahui, kerusuhan yang terjadi tidak sampai membakar toko-toko dan mobil apalagi sampai menelan korban jiwa.

Sepanjang masa pemerintahan Pak Harto tidak pernah terdengar seorang warga keturunan China yang menduduki jabatan di pemerintahan, sangat langka yang diterima menjadi anggota ABRI, apalagi yang diangkat sebagai menteri. Bahkan pejabat-pejabat pemerintahan sampai eselon tertentu cenderung di dominasi salah satu suku yang ada di Pulau Jawa, hanya satu-dua yang berasal dari luar Jawa.

Sebagai pembenaran atas ketidak benaran yang terjadi, diperkenalkan teori proporsional oleh orang-orang tertentu yang saat ini memegang jabatan penting di pemerintahan, yang intinya tidak berbeda dengan meniupkan rasialisme di antara suku-suku yang ada di Indonesia. Tindakan pemerintah terhadap para pelaku kerusuhan atas warga keturunan China yang cenderung ditutup-tutupi, sudah kita ketahui bersama dan tidak perlu diuraikan lebih jauh dalam tulisan ini.


MUSUH BERSAMA.
Dari sini dapat diambil suatu dugaan kuat bahwa terdapat korelasi erat antara pemerintah yang demokratis dengan sentimen anti rasial, khususnya sentimen anti China di Indonesia. Dalam pemerintahan yang tidak demokratis, pemerintah cenderung untuk menciptakan "musuh bersama" sebagai salah satu strategi untuk mengalihkan perhatian masyarakat, agar pemerintah yang berkuasa bebas dari "rongrongan" pihak-pihak yang tidak sejalan.

Sejak awal Orde baru, pemerintahan Pak Harto juga cenderung bermuka dua, di mana secara administratif pemerintah tetap membedakan warga pribumi dan non pribumi
dengan alasan yang macam-macam, tetapi dalam pidato-pidato resmi pemerintah menyatakan tidak pernah membedakan warga negara berdasarkan keturunannya.
Hal yang sama berlaku juga untuk agama yang harus dicantumkan dalam KTP masing-masing, yang sudah pasti ada maksud tertentu daripada hanya sekedar data statistik semata-mata.

Demikian juga dengan kampanye anti korupsi, di mana yang paling gencar berkampanye justru orang yang paling rakus melakukan korupsi dan komersialisasi jabatan. Agar uang hasil korupsi tidak dapat ditelusuri asal-usulnya, sebagian di tanam di bank-bank luar negeri, sebagian lagi di investasikan dalam perusahaan. Karena dasarnya para koruptor ini tidak pernah mengerti business, diangkatlah orang-orang keturunan China yang cukup
berpengalaman dalam business sebagai bonekanya.

Dengan cara ini, maka orang-orang keturunan China dicap sebagai tukang kolusi, dan terciptalah "musuh bersama" sebagai bagian dari strategi mempertahankan pemerintahan yang berkuasa sekaligus memperkokoh kekayaan pribadi.

Usulan dari pihak-pihak tertentu untuk memasukkan azas pembuktian terbalik dalam UU Perpajakan yang sekaligus dapat mengusut sumber kekayaan yang dimiliki seseorang, ditolak mentah-mentah oleh pihak yang berkuasa dengan alasan yang tidak masuk akal. Penolakan ini dapat dimengerti, karena tidak beda dengan membuat jebakan untuk dirinya sendiri. Dengan azas pembuktian terbalik, maka uang hasil korupsi yang tidak pernah dibayar pajak penghasilannya otomatis akan terjerat.


EVOLUSI BOSS BONEKA.
Orang-orang keturunan China yang dijadikan boneka tahu, bahwa dia sebenarnya hanya dijadikan boneka saja. Maka mereka juga berusaha agar suatu saat dapat memiliki perusahaan sendiri, dan sekaligus melepaskan diri dari posisinya sebagai boneka. Dari berjalannya waktu, mereka ini akhirnya berhasil menempatkan diri sebagai pemilik perusahaan yang sebenarnya, dan dari status boneka sebagian beralih menjadi partnership.

Dengan berkembangnya perusahaan-perusahaan boneka tersebut, membuka kesempatan kepada para pengusaha kecil untuk menjadi pemasok. Orang-orang keturunan China yang lapangan kerjanya dibatasi oleh pemerintah, melihat hal ini sebagai suatu peluang yang baik. Maka bermunculanlah pengusaha-pengusaha gurem dengan modal seadanya yang memasok barang ke perusahaan-perusahaan boneka tersebut. Mereka hanya bermodalkan kejujuran dan kepercayaan dari pemilik barang serta ditunjang oleh naluri dagang mereka yang cukup kuat, perjalanan business mereka relatif lancar dan akhirnya bisa berkembang
menjadi perusahaan-perusahaan baru berskala menengah yang tersebar dimana-mana.

Perlu dicatat, bahwa pada dasarnya warga keturunan China yang dijadikan boss boneka adalah orang-orang yang buta politik yang sekedar mencari makan dan tidak pernah memikirkan diskriminasi rasial. Prinsip mereka, barang dari manapun akan dibeli kalau bagus dan harganya murah tanpa melihat pemasoknya pribumi atau non-pribumi. Para pemasok pribumi yang barangnya tidak dapat bersaing, melempar kekesalannya dengan mengatakan bahwa perusahan tersebut diskriminatif.

Nalar sehat membuktikan, bahwa hampir semua boss kenyataannya tidak pernah berhubungan langsung dengan para pemasok, yang melakukan transaksi sehari-hari dengan pemasok adalah pegawainya yang sebagian besar adalah pribumi. Sejalan dengan pemerataan yang diartikan secara keliru, pimpinan-pimpinan daerahpun meniru apa yang dilakukan oleh pemimpin pusat.

Maka di daerahpun bermunculan pula boss-boss boneka yang sebagian besar warga keturunan China yang sudah memiliki dasar kuat dalam business, sekaligus memajukan pula usaha-usaha dari pengusaha-pengusaha gurem yang bertindak sebagai pemasok, baik pribumi maupun non pribumi.

Kalau hanya dilihat dari sudut pandang ini, maka tidak heran kalau banyak warga pribumi khususnya yang kurang memahami akar permasalahan yang sebenarnya beranggapan bahwa para pengusaha China tukang kolusi. Dipilihnya warga keturunan China untuk menjadi boss boneka oleh para koruptor tentu melalui berbagai pertimbangan, yang utama karena kemampuan businessnya dan yang kedua mereka mudah diatasi serta tidak neko-neko karena tidak punya decking.

Secara manusiawi warga keturunan China mau dijadikan boneka, karena mereka butuh hidup sedangkan lapangan pekerjaannya terlalu dibatasi oleh pemerintah. Sebaliknya orang-orang yang mau dijadikan boneka oleh para koruptor, adalah orang-orang yang egois yang tidak pernah memikirkan kepentingan orang banyak, dan otomatis mereka tidak pernah memikirkan kepentingan negara. Mungkin mereka berpendapat, kalau mereka menolak toch akan ada orang lain yang mau, jadi apa salahnya diterima. Orang-orang seperti ini pantas disebut tidak mempunyai rasa nasionalisme, termasuk pula
para koruptor penyandang dana yang berada di balik layar.

Namun dalam hal ini perlu diingat, bahwa tidak semua pengusaha keturunan China asalnya adalah pengusaha boneka yang mengelola uang pejabat hasil korupsi. Masih banyak pengusaha keturunan China yang dari hasil keringatnya sendiri, mampu berkembang menjadi pengusaha besar. Para pemasok terhadap perusahaan boneka juga tidak dapat dituduh telah melakukan kolusi. Sebagai tolok ukur sederhana, dapat dipakai patokan skala perusahaan dan tahun pendirian perusahaan tersebut.

Kalau perusahaan yang bersangkutan didirikan sebelum Orde baru, kemungkinan besar perusahaan ini adalah perusahaan yang benar-benar berdiri atas jerih payahnya sendiri. Sebaliknya perusahaan yang didirikan setelah Orde Baru terutama yang dalam waktu singkat berkembang sangat fantastis, kemungkinan adalah hasil kolusi dengan oknum pejabat melalui berbagai cara.

Secara politis pemerintah mengakui bahwa pengusaha non pribumi sengaja diberi fasilitas khusus mengingat kemampuan businessnya yang diharapkan dapat dijadikan pionir untuk memajukan perekonomian negara, yang pada akhirnya dapat menciptakan lapangan kerja. Memang akhirnya mereka mampu memberikan lapangan kerja yang cukup besar bagi masyarakat luas, namun sebenarnya mereka tidak pernah diberi fasilitas khusus (kecuali yang dijadikan boneka oleh para koruptor).

Fasilitas yang tersedia akan diberikan kepada siapa saja, baik pengusaha asing maupun pengusaha dalam negeri - pribumi ataupun non pribumi - sepanjang mereka mampu memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Untuk pengusaha asing disediakan UU No.1 tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing, dan untuk pengusaha dalam negeri disediakan UU No.6 tahun 1968 tentang Penanaman Modal Dalam Negeri. Beberapa pengusaha besar dari kalangan pribumi yang sukses antara lain Bakrie, Sahid, Jusuf Kalla, dsb. Fasilitas yang diberikan melalui kedua UU tersebut sebenarnya hal-hal yang wajar yang diperlukan dalam investasi, yang di negara lain tidak dianggap sebagai sesuatu yang istimewa (ingat dalam masa Orde Lama Indonesia tertutup untuk investasi asing dan modal besar). Tanpa fasilitas ini, tidak akan ada investor asing yang mau menanamkan modalnya di Indonesia.

Fasilitas khusus yang sering dipublikasikan pemerintah seolah-olah diberikan kepada pengusaha non-pribumi, sebenarnya hanya diberikan secara terbatas kepada pihak keluarga sendiri seperti : Tutut, Tomy, Bambang, Sigit, Titik, Mamiek, Probosutedjo, dan Sudwikatmono. Ingat proyek jalan tol nya Tutut, monopoli cengkehnya Probosutedjo yang kemudian direbut Tomy, Mobnas-nya Tomy, listriknya Bambang, dan lain-lain yang terlalu panjang untuk diuraikan semuanya di sini.

Diposting pada 28 November 1999
Bersambung ke bagian 2.

50 komentar:

Sujaya mengatakan...

dasar CINA ANJING...! udah merusak Indonesia, masih aja cari-cari alasan...! TAHI BABI...! GANYANG CINA...!

mkyanto mengatakan...

Jika memang anda cinta Indonesia
yang di minta satu :

Galang etnis anda untuk menekan koruptor BLBI dari etnis anda agar
mengembalikan uang BLBI 100% dng
kurs dolar saat ini!!!!!!

Baru kami bisa mengakui bahwa etnis
anda cinta Indonesia

BUKTIKAN !!!!!

most25 mengatakan...

Saya sependapat dengan Sujaya. Kita sudah ketahui bhw China datang ke Indonesia ini karena kesusahan hidup di negara asalnya. Stlh mendpt kesempatan hidup aman di Indonesia, bangsa China pendatang itu malah merusak tatanan kehidupan seluruh masyarakat dan negara Indonesia. Kita lihat para pengacau berbangsa China yang membuat bangsa dan negara Indonesia: Eka Tjpta Widjaya bersama keluarganya dengan Sinar Mas nya Adelin Lis, Bob Hasan yang menjilat kpd Gatot Soebroto, Sukanto Tanoto, Prayogo Pengestu. Mereka itu semua penjahat keamnusiaan, penjahan ekonomi Indonesia, penjahat lingkungan hidup, penjahat kehutanan. Ada lagi Edy Tanzil, dan pemilik Artha Graha, Sofyan Wanandi, Ciputra, Djoko Candra. Mereka2 ini adalah binatang, penjahat yang menyiksa bangsa Indonesia. Kita lihat lagi betapa perekonomian bangsa dan negara dikangkangi dimonopoli oleh bangsa China binatang itu, krn penguasa di negara ini mereka sogok semua. Berantas korupsi, tapi bangsa China anjing binatang itu dibiarkan lari. Memang sudah sangat perlu dikobrkan semangat ANTI CHINA agar para binatang itu tidak lagi merusak tatanan kehidupan bangsa Indonesia dan mereka kembali ke negaranya. Sudah melakukan kesalahan, Cina babi itu membela diri lagi. Usir China dari Negara Kesatuan Indonesia.

akuchina mengatakan...

Saya etnis Cina miskin, penghasilan Orang tua kamipun sulit....PUAS!!!

Kalo tidak percaya silakan datang dirumah saya di Magelang

Saya juga melihat tetangga2 dan warga satu etnis kami di tempat lain yang berpenghasilan sama seperti saya....PUAS!!!!

Untuk menyekolahkan anak2 saja kami harus ngemis ke saudara2 kami yang lebih mampu dan itu buanyak sekali di tempat kami di pelosok kampung di negeri ini

Untuk sekedar pengetahuan bahwa saya sendiri tidak pernah berurusan dengan pejabat negara...
dan hal itu banyak sekali bahkan dikota2 anda sekalian...

Pertanyaan:

BUKTIKAN BAHWA SAYA ETNIS CINA INI TELAH MENCURI/MELAKUKAN KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME DENGAN UANG BANGSAKU, BANGSAMU, BANGSA ANDA SEKALIAN INDONESIA TERCINTA INI SEDANGKAN BERHUBUNGAN DENGAN PEJABAT DALAM NEGERI-PUN TIDAK PERNAH???

Untuk mas mkyanto :
JIKALAU SAYA HARUS MEMBAYAR SEGALA DOSA YANG TIDAK PERNAH KAMI LAKUKAN, AKAN SAYA BAYAR SEPENUHNYA SESUAI KEMAMPUAN KAMI....

"SAYA ORANG ETNIS CINA MISKIN TAPI SAJA BUKAN PENGEMIS"

Banyak juga saudara2 saya yang telah menikah dengan orang2 pribumi dan apa kata mereka "DASAR CINA MISKIN"

Lihat...ketika etnis cina menjadi orang kaya anda KATAKAN MERUSAK Indonesia

Ketika kami miskin tidak punya apa-apa andapun akan MENGHINA kami orang yang miskin

SEBENARNYA APA YANG ANDA SEMUA MAU HAI RASIALIS...???

Segala CACIAN dan MAKIAN tidak pernah saya HIRAUKAN karena SAYA DAN JUGA BANYAK DIANTARA KAMI SEMUA ETNIS CINA DARI SABANG SAMPAI MERAUKE SUDAH TERLANJUR MENCINTAI NEGERI DAN BANGSA INDONESIA INI......

SILAKAN ANDA SEMUA KAUM RASIALIS MENGANGGAP SAYA PENIPU PEMBOHONG DAN PEMBUAL, KALAU PERLU USIR DAN BUNUH SAYA DARI NEGERI INI KALAU ITU MEMBUAT ANDA SEMUA PUAS!!!!

BIAR SELURUH SUKU DAN AGAMA DI INDONESIA DAN DI DUNIA INI TAHU BAHWA KAMI HANYALAH kaum MINORITAS YANG TERTINDAS....

noracism mengatakan...

sujaya,mkyanto,most25. anda orang yang rasialis ya nampaknya dan berpikiran sempit, anda hanya memandang masyarakat keturunan china di indonesia secara garis besarnya saja yang anda lihat hanya orang orang yang jelek dan di blow up menjadi seperti mereka itu sama dengan semua masyarakat keturunan di indonesia. padahal tidak semua orang keturunan seperti yang anda contohkan (ka Tjpta Widjaya bersama keluarganya dengan Sinar Mas nya Adelin Lis, Bob Hasan yang menjilat kpd Gatot Soebroto, Sukanto Tanoto, Prayogo Pengestu) coba anda melihat lim swie king, kwik kian gie, dan masi banyak lagi orang keturunan cina di indonesia yang baik. jika anda bilang masyarakat cina di indonesia banyak yang korupsi dan lain sebagainya, mungkin itu benar namun jangan lah di pandang sebelah mata apakah anda merasa semua pribumi tidak ada yang korupsi dan segala hal yang anda tuduhkan ke masyarakat keturunan cina di indonesia? anda tidak tahu atau memang mata anda dibutakan dengan pemikiran anda yang sempit?
saya hanya ingin bilang bahwa kami bangsa keturunan tidak semua seperti apa yang anda katakan,jadi janganlah anda men judge kami seperti yang anda katakan, saya kembali mengajak anda semua bersatu sebagai warga negara indonesia, toh kami pun wni yang sah menurut negara namun kami berdarah keturunan tionghoa, cobalah melakukan kami seperti anda melakukan teman2 anda yang berbeda suku

kliknoe mengatakan...

Untuk semuanya para bangsa Indonesia. Sebelumnya kita berdoa kepada Tuhan yang telah menciptakan suku-suku dan ras, agar bangsa indonesia punya kekayaan intelektual.AMIN.

Kalau kita menilai saudara/i keturunan tionghoa itu buruk, mungkin karena kita sedang bertemu dengan orang yang salah. Sama halnya bila kita bertemu suku tertentu, misal jawa yang terkenal ramah tapi diem-diem menghanyutan atau orang medan yang terkenal keras tapi tegas, dsb. Itu hanya lah pradigma pada orang tertentu. Disini saya tidak mau menyalahkan pribumi yang malas atau tionghoa yang serakah. Ingat, semua orang punya kekurangan dan kelebihan

Saudara sujaya dan mkyanto boleh memaki, tapi, apakah saudara sudah berkaca pada diri sendiri atau pada teman2 anda yang pribumi (tawuran antar kapung aja masih ada). Untuk para tionghoa, kalian tidak perlu pesimis, itu akan menimbulkan dendam buat kalian terhadap kami sebagai kaum pribumi(saya susah cari celah untuk berkembang pada perusahaan cina).

Memang banyak hal yang harus di satukan agar kita bisa hidup berdampingan. Kita tidak bisa menunggu kebijakan pemerintah, kita harus memulainya dari segelintir orang atau kelompok. Jadi, kenapa kita tidak mengadakan persatuan anatar suku. Kita Sebagai Warga Indonesia harus membuktikan bahwa yang salah itu adalah doktrin atau hasut yang memojokan kaum tionghoa sehingga kaum itu pun takut untuk bersosialisasi dan saling mengenal lebih dalam dengan pribumi.

Sebenarnya Saya ingin sekali berdiskusi dengan suku tionghoa, Mengenai mengapa dan kenapa prilakaunya begitu tertutup dengan kami. Saya butuh dari kalian yang mau membuka pikiran dengan saya mengenai masalah ini. Dari segi adat dan kebudayaan yang berbeda agar kita bisa saling memahami satu sama lain.

hub: klik.noe@gmail.com

kliknoe mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Indonesianus mengatakan...

Tolong lah !!!!

Hilangkan lah semua kegilaan ini !!!!
Kita semua bersaudara bukan ???

AyoLAH KITA BANGUN BANGSA INDONESIA KE JAMAN KEEMASAN !!!!

well mengatakan...

ah yg suka bikin rasis ya orang cina sendiri, kl kita sih cmn nyantai aja, ada jg cina yg kl deket ma org asli terasa jijik, emang tai pa

jim jum mengatakan...

mayoritas orang cina jijik jika berteman dengan orang asli pribumi..
bahkan banyak sekali orang asli pribumi yang dijadikan budak oleh ORANG CINA... !! SIAL..
sampai mati saya akan sangat membenci orang CINA...

iwan.zhang mengatakan...

Sudahlah,kami capek dan selalu tulus menerima perlakuan rasis terhadap kami. Sesuai ajaran budha siapa yang menabur benih,dialah yang menuainya. Orang yang salah pemahamannya susah melihat orang senang,senang melihat orang jadi susah. Tidak ada kejujuran dan ketulusan serta keuletan untuk meperjuangkan diri dan moralnya. Hanya bisa bermata merah dan berwajah hijau,bagaikan iblis.

Penerjemah mengatakan...

Tahukah anda yang masih memakai istilah pri dan non pri adalah penghianat negara, yang masih merasa sebagai warga keturunan dan menganggap orang yang memiliki postur tubuh agak beda dengan khalayak umum adalah keturunan juga penghianat negara, yang mengaku sebagai suku "abcd..." juga penghianat negara, orang yang masih membedakan "SARA" juga penghianat negara, kesimpulan: {siapapun kamu, apapun agamamu, bagaimanapun warna kulitmu, khafir atau tidakkah kamu, jika kamu bangga menjadi Bangsa Indonesia dan melupakan masa lalumu dengan hanya bervisi dan bermisi untuk saat ini dan esok hari untuk kemajuan,kejayaan Indonesia, Kamu adalah orang Indonesia bukan lagi orang Cina, Arab, Tionghua, India. Jika kamu masih bertanya kamu orang apa, suku apa, agamamu apa, itu adalah ciri orang yang ingin memecah belah persatuaan dan kesatuan untuk mendapatkan kesempatan dan keuntungan sebagai penguasa, UU tentang pengakuan suku tionghua, pengakuan agama, sebijaknya tidak diperlukan, Pak Harto bukan orang yang Rasialis, cara pikir dia pernah diungkapkan oleh Mahatir Muhamad Perdana Menteri MAlaysia terdahulu bahwa untuk mempersatukan bangsa kita tidak bisa melupakan adanya golongan golongan tertentu yang mayoritas dan minoritas,untuk mempersatukan mereka kita sebagai penguasa harus bijak, jiaka anda mempunyai anak maka yang lebih besar harus mengalah pada yang kecil dan yang kecil harus tahu diri bahwa dia kecil harus menghormati yang besar dan jangan berbuat seenaknya sendiri dan sok memiliki power, jika yang besar masih menindas yang kesil maka Pak Harto sebagai orang tualah yang menindaknya, sekarang ini telah dibalik, meski kelihatannya, Pemimpin setelah Pak Harto lebih reformis dan tidak diskriminasi, apabila terjadi ketimpangan sosial antara yang kecil dan yang besar mereka damat memberi jaminan apa?? mereka tidak akan bisa memberi jaminan apa2x karena mereka berbuat kurang adil terhadap yang besar dengan memberikan kasih sayang yang berlebih kepada yang kecil. Oleh karena itu mulai sekarang mulailah birpikir bahwa kita ini adalah bangsa Indonesia bukan lagi keturunan Cina,Arab,Jepang,India,dll. karena dengan demikian kelak bangsa bangsa itu yang akan merasa bangga jika menjadi salah satu keturunan orang Indonesia.!!!!!! Hidup Indonesia Jaya!!!

Penerjemah mengatakan...

ada seorang anak dari pasangan Warga negara India dan Warga Negara China, mereka tinggal di Indonesia untuk bekerja, suatu hari anak mereka yang berumur 1tahun memiliki mata sipit dan rambut keriting,hidung mancung diculik sampai suatu saat diselamatkan oleh seorang Warga negara Arab yang juga tinggal di Indonesia, anak itu kemudian diserahkan di yayasan yatim piatu yang bernafaskan Islami dibesarkan dikalangan pesantren, karena sedari kecil tinggal dipesantren di jawa tengah dan diangkat anak oleh orang yang nenek moyangna dari rusia yang telah 3 generasi menjadi WNI, dia tidak pernah tau dari mana asalnya dia, keturunan bangsa apa dia, yang dia tahu dia adalah bangga menjadi orang Indonesia, hidup di Indonesia, mati untuk Indonesia, yang saya ingin tanyakan kepada anda anda yang masih menggunakan istilah saya keturunan "abcd" atau saya pri or non pri: "anda anda ini menyebut anak ini etnis apa, suku apa, haramkah dia jika tidak dilahirkan dari pasangan yang menikah tidak dengan tata cara agama tertentu? Bro, kita ini Mahluk Tuhan, apapun agama kita, kita semua mengaku diciptakan dengan restu Tuhan,Mengaku sebagai satu nenek moyang Adam dan Hawa, dan yang terpenting kita semua mengaku bahwa Tuhan Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Pemaaf, Maha Kuasa, Maha segalanya, jika anda anda masih membedakan sara dan masih ngotot tentang ideologi asal etnis abcd, saya khawatir anda sedang melawan apa yang telah ditakdirkan oleh Tuhan maka saya Khawatir anda ini sedang bersekutu dengan syetan, atau mungkin juga anda penganut paham Komunisme???? Kesimpulan: Apapun Agama Anda, apapun suku Anda, Bagaimanapun warna kulit dan Fisik anda, Selama anda mengaku Berbangsa satu Bangsa Indonesia, bertanah air satu Tanah Air Indonesia dan mampu serta menjunjung tinggi bahasa Indonesia maka anda adalah orang Indonesia adalah teman saya ketika suatu saat nanti China, Malaysia, Amerika bahkan negara lainnya akan mengancam kedaulatan RI, jika anda masih mengaku sebagai etnis "ABCD...(Arab,British,China,Dutch,dll)"maka anda adalah orang orang yang menginginkan perpecahan NKRI.

everything u need.. mengatakan...

sujaya,mkyanto,most25 dan jimjun..
@sujaya ,kalo cina anjing,kamu juga gak lebih dari telapak kaki anjing,kalo kamu berani ganyang yah gak usah ajak2 ...1 lawan 1 aja ,secara tidak langsung kamu juga provokator!...

@MKYANTO : pengakuan cinta cuma dari uang ???? jadi kamu juga mencintai karena uang ???

@most25: .yang merusak tatanan itu sapa ? kita etnis cina gak pernah merasa nyaman kalo kita tidak makan dan mencari nafkah ...EMANK KAMU GAK MAKAN CUMA TINGGAL TOK KAMU NYAMAN ???? bukan kita yang menjilat ...tapi kadang dari pihak lain yang meminta ...gak usah jauh2 deh !!!! kamu bereani bilang kamu gak pernah melakukn tindakan korupsi??? contoh kecil aja...pernah ditilang gak ??(pernah nyogok gak ) ,kamu punya SIM gak ..??murni gak cara dapatnya ???? kita ga pernah monopoli.kita jalani dan berkembang karna kita mampu !!! kenapa ??kamu iri?? emank ciputra dan lain2 mereka bangun sesuatu gak pake duit ??? cuma pake omongan ??..makanya kalo kamu merasa mampu bersaing jgn bilang orang lain itu perusak!! tapi ngakuin dirimu yang gak bsa dan gak punya kemampuan itu

@jim jum :saya dan keluarga saya tidak pernah jijik liat pribumi ...
kamu bilang di jadiin budak ?? BUDAK itu tidak di bayar ,kalo buruh itu di bayar !! di keluarga saya menyebutnya KARYAWAN dan kita bayar dengan UMR .kalo gak percaya kamu ikut kra di tempat q aja !! jadi cermati kata2 mu ..mau benci orang cina silahkan !!! kalo seseorang di perbudak yah berarti dia gak mampu dan bodoh makanya mau di perbudak !! orang yang sekolah dan punya pengetahuan otomatis gak akan di perbudak !!! kalo kamu merasa di perbudak ..tolong jgn pake barang penemuan cina contoh simple "kertas"...bisa ?? atau kalo kamu bisa suruh teman2 kamu utk tidak kerja kepada orang cina .baik langsung maupun tidak langsung ..!! ngerti

ALL : aq sekarang WNI ,kalo masih aja di sebut CINA itu ras saya ..kalo ada yang gak terima berarti dia PKI .jelas ?

note : jadilah diri anda sendiri ,jgn wajah jelek salahnya ke cermin ..banyak membaca dan berfikir +,..

momoroto mengatakan...

kan udah jelas yg korupsi itu pejabat negara dari pusat sampe kampung , lurah sampe keplor ... nyata nyatanya PRIBUMI SEMUA ! ! ! hahahah maling teriak maling !

jojo mengatakan...

jadi manusia indonesia seutuh nya
NO RACISME

potensi kita sebagia bangsa akan sangat besar klo kita menyadari klo kebhinekaan adalah anugrah,

jawa, cina, sunda, batak, dayak, minang, melayu, dll banyak yg baik tapi ada juga yg jahat

mans mengatakan...

Etnis Cina sendiri yg ga pernah mau bergaul dgn pribumi, etnis Cina kalo melihat pribumi itu merasa jijik

Sekali Cina BANGSAT tetap BANGSAT selamanya..ETNIS CINA ITU RACUN, PENJILAT, KORUPTOR, MAFIA PERADILAN, BANDAR NARKOBA, BANDAR JUDI, GERMO

MAKANNYA BABI JADI SIFAT DAN KARAKTERNYA KAYA BABI...

7 TURUNAN GW AKAN SELALU MEMBENCI ETNIS CINA BANGSAT..

JIN GUNDUL mengatakan...

pacarku etnies cina,dan kami ga distujui,alasannya w pribumi,yg pasti kismin dan rendahan,sapa duluan yg rasis.?so,saling introspeksi ja,ingat hukum sbab akibat..walo pada hakikatnya semua manusia itu setara.

Ngupasan Jaya mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Alvin135790 mengatakan...

wooi blog goblok nih,tukang iri,dan kamu semua yg anti cina lebih mirip NAZI karna hitler membenci orang yahudi,sama seperti kalian membenci orng cina apa salah orng cina sih? memangnya dia ganggu kau padahal orang seperti kalian lebih sering mengejek orang cina,seperti kami budak mu klu orang cina jd pejabat ya jangan di larang ini negara hukum bukan negara ras

computerion.cs mengatakan...

Etnis cina perlu introspeksi diri kenapa kok banyak pribumi membenci etnis cina. Penyebabnya karena etnis cina kebanyakan pada eksklusif, lebih banyak bergaul & mengistimewakan sesama etnis cina. Coba cek diri sendiri apa bener etnis cina itu nggak rasis.

Berapa banyak etnis cina yg mengajarkan anak turunnya "jangan kawin sama pribumi". Kesannya sok lebih tinggi derajatnya. Siapa yang selama ini rasis, jangan mendustai diri kalian sendiri.

Yang bikin kesel bukannya kalian introspeksi diri tapi malah merasa nggak salah & nyalahin pribumi atau pemerintah. Kalian gak bakal dibenci kalau kalian baik hati. Orang benci pasti ada sebabnya. Sentimen anti cina juga terjadi di negara-negara lain, bukan cuma di Indonesia.

Kalau kalian memang nggak rasis, coba mulai sekarang buktikan saja. Kalian etnis cina bergaulah tanpa bedakan etnis lagi, hormatilah pribumi seperti menghormati etnis sendiri, biarkan putri-putri kalian bebas menikah dengan pria-pria pribumi. Hormatilah para pekerjamu, jangan perlakukan seperti budak yg bebas kalian suruh-suruh atau bentak-bentak tiap hari. Jangan anggap pribumi itu rendah. Ups mungkin susah ya buat kalian.

Saya gak yakin kalian bisa tapi silahkan buktikan ke kami. Setelah itu baru kalian kami anggap manusia normal.

Cina dan Non-Cina sama derajatnya dimata Tuhan. Cina tidak lebih mulia dari pribumi, dan sebaliknya. Ajarkan itu pada anak turun kalian.

Babe Nur mengatakan...

Orang2 Cina perlu melihat diri sendiri kenapa sampai timbul kebencian umum pada orang Cina. Coba lihat pada perilaku dan cara anda berbicara di forum, alih2 menimbulkan simpati, kalian semua justru menuang bensin. Indonsia bisa mencintai beberapa Cina yang telah menunjukkan integritas yang tinggi spt Kwik Kian Gie, Ahok, John Lee, akan tetapi Cina yang memiliki kualitas seperti ini sedikit sekali. Yang banyak itu adalah Cina Glodok "yang mulutnya kasar dan perilaku dan tindak tanduknya justru menimbulkan dendam" nanti kalau ada kerusuhan dedndam yang menumpuk itu meledak jangan menyalahkan orang, karena kalian sendiri orang-orang Cina yang memupuk kebencian itu. Kebanyakan Cina yang berada di Indonesia ini adalah Cina pelarian daratan yang berpendidikan rendah dan merupakan kasta terendah di negaranya sendiri. Tidak heran kenapa prilaku dan sopan santun mereka itu begitu rendah, sehingga setiap ucapan dan perbuatan kalian semua hanya menciptakan pertentangan disini. Saya minta kalian perbaiki tata krama dan prilaku kalian supaya penerimaan lingkungan menjadi semakin besar. Jika anda tidak bisa melakukan itu, pintu terbuka lebar bagi anda untuk kembali kenegara asal. Aneh bukan anda sekalian menyalah2kan pribumi tetapi anda masih juga bercokol disini. janganlah memberi alasan kami butuh Cina dan segala macam.

Babe Nur mengatakan...

Orang2 Cina perlu melihat diri sendiri kenapa sampai timbul kebencian umum pada orang Cina. Coba lihat pada perilaku dan cara anda berbicara di forum ini, alih2 menimbulkan simpati, kalian semua justru menuang bensin. Indonsia bisa mencintai beberapa Cina yang telah menunjukkan integritas yang tinggi spt Kwik Kian Gie, Ahok, John Lee, saya juga mendengar mengenai Willaiam Suryajaya, dia dikenal sebagai Cina dg berpendidikan Belanda yang sopan dan Intelek, akan tetapi Cina yang memiliki kualitas seperti ini sedikit sekali. Yang banyak itu adalah Cina Glodok atau Cina Singkek "yang mulutnya kasar dan perilaku dan tindak tanduknya justru menimbulkan dendam" nanti kalau ada kerusuhan dendam yang menumpuk itu meledak jangan menyalahkan orang, karena kalian sendiri orang-orang Cina yang memupuk kebencian itu. Kebanyakan Cina yang berada di Indonesia ini adalah Cina pelarian daratan yang berpendidikan rendah dan merupakan kasta terendah di negaranya sendiri. Tidak heran kenapa prilaku dan sopan santun mereka itu begitu rendahnya, sehingga setiap ucapan dan perbuatan kalian semua hanya menciptakan pertentangan disini. Saya minta kalian perbaiki tata krama dan prilaku kalian supaya penerimaan lingkungan menjadi semakin besar. Jika kita tanya kepada orang Indonesia asli ketika berhadapan dan bicara dengan Cina mereka merasa berhadapan dengan lawan bicara yang tidak sopan. Jika anda tidak bisa atau tidak mampu melakukan itu, pintu terbuka lebar bagi anda untuk kembali kenegara asal. Aneh bukan anda sekalian menyalah2kan pribumi tetapi anda masih juga bercokol disini. janganlah memberi alasan kami butuh Cina dan segala macam. Kami tidak membutuhkan Cina atau belanda. Buktinya Belanda itu juga kita tendang dari tanah ini dengan berdarah-darah. Kebencian bangsa Indonesia terhadap Belanda itu juga tidak ada habisnya secara umum, namun bukan berarti secara orang perorang tidak ada orang Indonesia yang menikah dengan belanda. Kita tahu mana Belanda baik dan Belanda busuk. Kita tahu Belanda baik itu ada, namun secara umum banyak Belanda yang busuk. Seperti halnya kita tahu mana Cina baik dan mana yang tidak. Cina yang baik itu bisa segera terasa, tidak perlu dia banyak bicara ia sudah melakukannya. Namun kebanyakan Cina di forum ini, kecuali penulis Blog awal, sama sekali tidak memiliki kesantunan bicara, padahal anda tinggal di Negeri ini bertahun2. Saya jadi berpikir kenapa tidak kembali saja ke Cina jika memang anda bisa memperoleh kesejahteraan yang lebih daripada terus menerus disini dan menuang api kemarahan.

Secret Agent mengatakan...

saya orang asli indonesia dan bersuku batak, saya kesal melihat orang-orang yang mengatasnamakan indonesia namun kelakuan dan perkataan tidak menecerminkan bangsa Indonesia yang berlandaskan Bhinneka Tunggal Ika..

hal-hal seperti ini hanya dapat muncul dari perkataan orang-orang bodoh, tidak tahu bahwa dirinya bodoh, tidak mau tahu dirinya bodoh dan tidak ingin mengubah kebodohannya tentang ketidaktahuannya bahwa dia bodoh..

namun bodoh itu adalah hak asasi manusia yang harus dihargai, tetapi mengajak orang-orang untuk bodoh seperti yang dilakukan teman-teman kita yang diatas adalah kriminal dan harus diberantas..

ada satu istilah buat orang-orang yang suka memandang suatu etnis rendah atau sebaliknya...

ketika anda mengatakan seseorang monster, berhati-hatilah.... jangan-jangan anda sendirilah monster itu...

Secret Agent mengatakan...

saya orang asli indonesia dan bersuku batak, saya kesal melihat orang-orang yang mengatasnamakan indonesia namun kelakuan dan perkataan tidak menecerminkan bangsa Indonesia yang berlandaskan Bhinneka Tunggal Ika..

hal-hal seperti ini hanya dapat muncul dari perkataan orang-orang bodoh, tidak tahu bahwa dirinya bodoh, tidak mau tahu dirinya bodoh dan tidak ingin mengubah kebodohannya tentang ketidaktahuannya bahwa dia bodoh..

namun bodoh itu adalah hak asasi manusia yang harus dihargai, tetapi mengajak orang-orang untuk bodoh seperti yang dilakukan teman-teman kita yang diatas adalah kriminal dan harus diberantas..

ada satu istilah buat orang-orang yang suka memandang suatu etnis rendah atau sebaliknya...

ketika anda mengatakan seseorang monster, berhati-hatilah.... jangan-jangan anda sendirilah monster itu...

Secret Agent mengatakan...

berhati-hatilah berbicara...

ketika anda mengatakan seseorang monster,, berhati-hatilah.... jangan-jangan adalah monster itu..

Annnon mengatakan...

sebelumnya biasa! semenjek BAPAK KITA SOFJAN WANANDI bicara, jadi kangen kerusuhan selatpanjang 2001..

Sonny Winata mengatakan...

kekurangan mata pelajaran dalam sejarah, baik dari WW1 / WW2. baca pahamuli dan cari tau dan nanti akibatnya otak kalian isi nya penuh ilmu. dan mengurusi soal racist pasti sudah ogah.

dez wandi mengatakan...

" Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal ".

davin sahid mengatakan...

Untuk mas @akuchina
Memang bukan anda langsung yang melakukan hal-hal yamg merugikan rakyat pribumi atau bangsa indonesia ini,melainkan kelompok dan etnis anda yang berada di ekonomi atas melakukan hal yg sangat merugikan,sehingga anda mendapat dampaknya

Tetapi kami pribumi
Lebih baik melihat pribumi kaya,dari pada etnis china kaya di tanah kami
Kami lebih empati kepada pribumi miskin dari pada ke kaum china di tanah kami..

davin sahid mengatakan...

Untuk mas @noracism..
Perkataan anda 60% benar,tapi sebagian juga ada sisi keslahan juga
Sisi kesalahan nya,telah terbukti untuk etnis china atau kaum anda yang memiliki level ekonomi menengah ke atas secara tidak langsung dan tidak terexpose telah melakukan hal yang sama yaitu rasisme.kepada pribumi,misalnyasekarang banyak sekolahan china di mana muridnta wajib untuk orang kaya dan warga china saja,coba bisa di check di semarang.

Saran saya,semoga mas dapat mengingat kan teman-teman dan saudara mas yg masih keturunan china untuk lebih menghargai dan menghormati tuan rumah atau pribumi...jika tidak ingin tragedi 98 meletus kembali seperti di solo,

Dan sekarang solo,mampu meminimalisirkan pertumbuhan dan perkembangan dari orang cina,dari pemerintahan nya hingga ke masyarakat lapisan bawah sehingga solo kota kecil yang maju,mandiri dan damai

davin sahid mengatakan...

Sedikit kiasan untuk mas @kliknoe

Manusia di ciptakan dengan berbagai ragam suku dan budaya
Tetapi di mata tuhan semua sama
Itu betul lebih dari 100%

Tetapi,bagai mana pendapat anda
Jika ada tamu kehormatan datang berkunjung kerumah anda
1.apakah akan di perkakukan sama Dengan anggoya keluarga oleh anda
2.apakah akan di perlakukan seperti layaknya tamu biasa
3.atau akan di perlakukan lebih dari segala hal

Saya yakin naluri anda sama dengan semua orang untuk memilih

davin sahid mengatakan...

Mas @everything u need
Pertama
Jika kami pribumi tidak di perkenankan menggunakan kertas sebagai penemu china
Kenapa anda tetap memilih tinggal di indo
Apa tidak sama-sama munafiknya tuh
Jangan lupa juga,anda memilih tinggal di indo karena anda sendiri susah hidup di negera anda (china)
Bukanya sama dengan pelarian atau warga buangan

Yang ketiga
Apa bedanya PKI dengan cina
Bikan nya sama-sama komunis

Ke empat
Kami mungkin akan menjadi diri kami sendiri,pribadi sendiri
JIKA KALIAN TIDAK datang
Yg membawa kebudayaan asing bagi kami sehingga terbentuklah sebuah pilihan

Selanjutnya kami tak perlu
1 lawan 1 dengan anda
Kami cukup menunggu meletusnya tragedi 98 pembantaian etnis Cina di solo kembali lagi

Kami sudah siap untik itu
Hanya perlu sulutan percikan api

Maka kami akan berkorbar mencari anda

davin sahid mengatakan...

Masak sih pribumi semua
Terus pemilik PT.MASARO
Yang menyuap pejabat polri
Bukanya orang Tiong hoa

Kami maling
Anda rampok

Purna Bayu Aji mengatakan...

permisi mau tanya nih boleh gak? khususnya buat etnis tionghoa

Kosasih Sanyo mengatakan...

Allahu Akbar.....i love china islam.....tai china kafir....

Kosasih Sanyo mengatakan...

Allahu Akbar.....i love china islam.....tai china kafir....

KLHKkurangajar mengatakan...

Saya Sependapat dengan semua anti CHINA,,,sebab maaf nih,,sejak sekolah SD sampai SLTA kebetulan saya di sekolah CINA,saya diperlakukan MINORITAS,PANKUI istilah mereka sambil berbisik...kemudian Mereka Bagi yg Muslim Mungkin tahu bahwa yakjut makjut mempunyai saudara dengan ciri mata sipit dan dahi Lebar,salah satunya Cina,,permainan judi,Narkoba,Sindikalisme dan suap menyuap awalnyapun ada sejak zaman Belanda,ditmbah pembodohan Boedi oetomo dalam loji (freemasorni) dalam memblok Indonesia dalam keragaman SUKU dan membungkusnya jd Bhineka Tunggal Ika agar Mereka (CINA) egaliter(sejajar),,inipun Ulah china,,pernahkah kita lihat disemua rest area Orang Pribumi saat hari raya berpembantu China?? sebaliknya miris sekali adalah semua pembantu mereka adalah Pribumi,,semoga percikan api segera datang seiring diakuinya Yuan sebagai Mata uang Internasional,Mereka Jelas MUSUH dan Syah Darahnya....Semua Narkoba,Prostistusi, judi bahkan Judi internet Pengelolanya CINA!!! Habisi mereka dr muka bumi ini sebelum anak anak mereka mewarisi kekotoran jiwa mereka,,semoga 98 terulang,amin

joni bong mengatakan...

Aku hanya ingin berkomentar pada penulis blog ini yang bermaksud mengadu domba pribumi pada petikan tulisan Jawa diam menghanyutkan, batak tegas. Jangan bersilat lidah dan dibanyak tulisan kalian suku china yang terselubung mulai berpropaganda mengadu domba suku pribumi. Kalian berusaha membenturkan Jawa karena notabene suku pemimpin di Indonesia dengan banyak suku lain dari sabang sampai maraauke dan porsentase keberhasilan sudah 20%. Kalian akan mengeruk keuntungan itu dari pecah belahnya pribumi. Aku hanya ingin menyadarkan pribumi bersatu dan ingat dalam satu kaum dan bangsa bila kita tidak pernah mau menerima salah satu dari kaum kita memimpin maka siapapun yang memimpin dari kaum kita akan timbul perpecahan dan siapa yang paling diuntungkan???. Bila suku lain ingin berkuasa, solidlah dan lalui prosedur hukum untuk kesana karena demokrasi pilihan ditangan anda2 sendiri...Hujan batu dinegeri sendiri lebih baik dinegeri sendiri daripada hujan emas dinegeri orang lain.

maria indrajaya lovers mengatakan...

dulunya saya rasis sekali,..sejak SD sampai SMP lingkungan mengajarkan saya bahwa orang tionghoa itu suka curang, menipu, suap dll...

Kemudian ketika SMA saya mulai belajar bahwa mereka lebih suka bersosialisasi dg sesamanya meskipun juga masih mau berteman dg pribumi..

kemudian setelah melalui bangku Akademi Kedinasan...saya ditempatkan d pelosok2 tanah air indonesia ini,..mengenal lebih banyak orang dari etnis ini...ada yg kaya raya, ada yg miskin papa..ada yg jahat ada pula yg baik...intinya mereka juga manusia..

satu lagi yg berkesan bagi saya,...80% pendapatan dari pajak NKRI adalah berasal dari pengusaha etnis tionghoa,..sementara pengusaha pribumi malah kesadaran pajaknya mohon maaf masih belum sesuai harapan...

semoga ke depannya semua pengusaha indonesia dari etnis apapun semakin tinggi kesadaran nasionalismenya...amien

Laurentia Vivian mengatakan...

dear all yang membenci etnis tionghua...tidak semua etnis tionghua itu rasis, banyak diantara mereka juga yang bergaul tanpa pandang bulu. sebenarnya apa sih yang diperdebatkan? mungkin pada awal kedatangan para leluhurnya adalah karena di sananya lagi kesusahan, dsb...namun apa bedanya keturunan yg etnis dan bukan? kita semua sama2 lahir di indonesia, kenapa masih harus dibedakan? memang dalam hal perjodohan...hampir semua orang tua mengharapkan anaknya menikah dengan yg sesama...sesungguhnya bukan karena memandang rendah etnis yang lain...namun karena kami memiliki beberapa tradisi yang perlu kami jaga agar tidak punah, salah satunya adalah imlek. sebenarnya bukan tidak boleh...hanya saja perbedaan tradisi yang menjadi pertimbangan orangtua.

namun semua itu bukanlah patokan, pada jaman sekarang sudah banyak yang menikah dengan pribumi... direstui dan bahagia juga.

tidak semua etnis tionghua berasal dari keluarga berada, banyak juga yang dari keluarga miskin, kekurangan.

janganlah memandang etnis hanya dari yg buruk2ny saja...tidak sedikit juga etnis yang berjasa pada nkri... baca kembali sejarah wali songo., bukankah sejarah menuliskan bahwa sebagian besar wali songo adalah etnis tionghua?



Laurentia Vivian mengatakan...

dear all yang membenci etnis tionghua...tidak semua etnis tionghua itu rasis, banyak diantara mereka juga yang bergaul tanpa pandang bulu. sebenarnya apa sih yang diperdebatkan? mungkin pada awal kedatangan para leluhurnya adalah karena di sananya lagi kesusahan, dsb...namun apa bedanya keturunan yg etnis dan bukan? kita semua sama2 lahir di indonesia, kenapa masih harus dibedakan? memang dalam hal perjodohan...hampir semua orang tua mengharapkan anaknya menikah dengan yg sesama...sesungguhnya bukan karena memandang rendah etnis yang lain...namun karena kami memiliki beberapa tradisi yang perlu kami jaga agar tidak punah, salah satunya adalah imlek. sebenarnya bukan tidak boleh...hanya saja perbedaan tradisi yang menjadi pertimbangan orangtua.

namun semua itu bukanlah patokan, pada jaman sekarang sudah banyak yang menikah dengan pribumi... direstui dan bahagia juga.

tidak semua etnis tionghua berasal dari keluarga berada, banyak juga yang dari keluarga miskin, kekurangan.

janganlah memandang etnis hanya dari yg buruk2ny saja...tidak sedikit juga etnis yang berjasa pada nkri... baca kembali sejarah wali songo., bukankah sejarah menuliskan bahwa sebagian besar wali songo adalah etnis tionghua?



Unknown mengatakan...

dari pada saling menyalahkan lebih baik kita sadar diri saja intropeksi jadi jangan ada saling menyalahkan .karna kita semua sodara jadi lebih baik ya saling mengingatkan saja jadi ngk usah main salah"an ngk ada gunanya maaf ea aku mau skalian promo nich mas admin
Salam para POKERMANIA....
POKER99 situs Poker Online Terbaik & Terpercaya mengadakan
Hot Promo :
Bonus Extra Deposit 10% ( Max 50Ribu )
Dalam 1 hari bonus hanya di berikan 1 kali
Maksimal bonus yang di berikan 50.000 / hari
Pengambilan bonus harus di konfirmasi ke live chat terlebih dahulu
Minimal turn over harus mencapai 3x dari nilai deposit anda
NB : jika ada terdapat unsur kecurangan maka bonus akan kami tarik kembali
Mari segera daftarkan diri anda dan nikmati bonus deposit nya setiap hari :)
Jangan Lupa Memberitahukan Promo Menarik ini kepada Kerabat Anda.
Silakan hubungi kontak kami di
LIVECHAT : http://bit.ly/1TTxFqq / http://bit.ly/1WCbo4A
FB : http://bit.ly/1TP3NJ2
PiN BB : 5C0356AE
WA : +669 8314 500
YM : Poker99_cs1

Unknown mengatakan...

Saya sekolah dari sd sampe sma di sekolah swasta yang banyak anak tionghoa dan saat universitas negeri. Saya melihat dan merasakan sendiri perbedaan dalam pergaulan disana. Orang pribumi jauh lebih baik dan memperlakukan saya lebih baik. Dibanding orang tionghoa yang membully dan menjelek jelekan saya. Ditambah sikap angkuh orang tionghoa dan kompetitive mereka. Padahal saya sendiri lahir dari keluarga dengan ibu chinese ayah jawa sehingga kulit saya terlihat gelap. Anehnya oleh orang tionghoa saya dikira pribumi. Oleh pribumi saya dikira cina.

lite adi mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Yudi Santoso mengatakan...

Kita memang berbeda. Dan sampai kapan pun tetap berbeda. Disaat kita membahas soal perbedaan kita sendiri yang tiada akhir. Negara lain berlomba-berlomba menjadi maju dan negara terhebat. Sedangkan kita berputar-putar terus dengan masalah perbedaan.
Ibarat kata: "Orang sudah menancapkan bendera di bulan, kita masih aja menggenjot becak".

adlaslistrik mengatakan...

Saya tidak benci orang cina tapi saya benci Si penista agama AHOK

ORANG CHINA YG INGIN MENGAMBIL HAK NYA!!! mengatakan...

DASAR FANKUICONG!!!
ITEM!!!
DEKIL!!!
BAU!!!
JELEK!!
MOHON NGACA DIRI SENDIRI!!!

LIAT ORG CINA SEMUA..
PUTIH PUTIH
BERSIH BERSIH
BUKAN KEK KALIAN SEMUA YG NGEBENCI ETNIS CHINA

MALAH PENGEN G30S PKI TERULANG YA??!!!

UDA CUKUP KAMI DI PERKOSAAA!!!
DIBUNUH!!!
KUIL DIBAKAR!!!
DIBILANG NYEMBAH PATUNG!!!

JIKA KAMI SEMUA MENYERANG BALIK!!! MUNGKIN SEKARANG MASIH RIBUT!!!

SEHARUSNYA KALIAN NGACA!!!
BAGAIMANA MAU BERGAUL SAMA PRIBUMI KALAU KELAKUANNYA SEPERTI BINATANG!!!!

ORANG CHINA YG INGIN MENGAMBIL HAK NYA!!! mengatakan...

YANG ADA KALIAN SEMUA IRI TERHADAP KAMI SEMUA!!!, AKUI SAJA!!

COBA CINA GK ADA DARI DULU!!!
MUNGKIN KETURUNAN KALIAN SEMUA JELEK JELEK DAN BURUK RUPA!!!

AW mengatakan...

Mengapa membenci Cina? Saya kira tidak ada sejarah bahwa bangsa cina menghancurkan Bangsa Indonesia, tidak pula mengeruk sumberdaya alam dan manusianya di Indonesia secara brutal. Bangsa yang pernah melakukan hal tersebut, menindas dan menyiksa bangsa Indonesia hanya 2, yaitu Belanda dan Jepang. Kita tidak pernah membenci Belanda dan Jepang, justru malah bangga dengan mereka. Padahal mereka yang menanamkan mental bangsa Indonesia untuk bertindak korupsi, penyogokkan, penindasan, adu domba, hasutan tipu daya.

Saya menuliskan hal itu tidak mengajak pembaca untuk membenci, merendahkan, dan membela suatu bangsa. Saya hanya menerapkan ajaran Rasulullaah. Saya disini mengajak kita berbuat kebaikan. Tidak ada pribumi dan non pribumi! Kita semua tinggal sebagai manusia diatas muka bumi. Ras Melayu, Ras Cina, Ras Bule, dan Ras-ras lainnya hanyalah bungkusan Ruh.

Sebelum merendahkan suatu Ras, berkacalah pada ras sendiri. Setelah itu benahi diri dan berbuatlah kebaikan.

Dalam surat Al Hujurat, Allah Ta’ala memberikan kita petunjuk dalam berakhlak yang baik,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.” (QS. Al Hujurat: 11)